Selasa, 15 November 2011

Jalur El Caminito Del Rey, Jalan Paling Berbahaya di Dunia


Para pencari sensasi mempertaruhkan nyawanya dengan menapaki jalan setapak yang disebut paling berbahaya di dunia yang terletak di Spanyol selatan.  Mereka dengan penuh hati-hati menjejaki jalan rusak dan terputus-putus di ketinggian lebih dari 100 meter itu inci demi inci.
Mereka tidak sendirian. Orang-orang yang suka memacu adrenalin telah berbondong-bondong ke Spanyol selatan untuk mengalami jalur El Caminito Del Rey yang telah berumur 110 tahun sebelum jalur itu mulai diperbaiki tahun depan. Sejumlah perusahaan perjalanan kini mulai menawarkan tur tidak resmi setelah sebuah video, yang membuat bulu kuduk berdiri, dari seorang pendaki yang melewati jalur itu beredar di YouTube.
Daily Mail, Minggu (9/10/2011), melaporkan, promosi perusahaan itu menyebutkan, orang tak perlu menjadi pemanjat berpengalaman untuk bisa melitasi di jalur itu. Persyaratannya hanya bahwa peserta harus setidaknya berusia dua belas tahun dan tidak takut ketinggian.
Jalur itu, juga dikenal sebagai Jalan Setapak Raja, dibangun 1905 bagi para pekerja agar dapat berjalanan di antara dua pembangkit listrik tenaga air. Namun jalur itu ditutup tahun 2000 setelah dua pejalan kaki jatuh dan tewas.
Jalan itu mengular di sepanjang tepi tebing tinggi di Gorge El Chorro, tiga puluh mil dari Malaga. Sebagian besar jalan setapak selebar satu meter itu benar-benar hancur dengan besi-besi yang berkarat, berlubang menganga, tanpa pegangan tangan, dan sejumlah bagian yang benar-benar jebol atau terputus.
Sebuah kawat darurat kini dipasang pada permukaan batu sehingga para pejalan kaki dan pendaki dapat berpegangan pada kawat itu ketika melitas. Namun masih banyak yang memilih untuk tidak menggunakan peralatan keselamatan sama sekali.

Perbaikan jalan itu akan segera dimulai. Anggarannya sebesar 8,3 juta euro dan akan memakan waktu tiga tahun. Perbaikan akan membuat jalur itu aman lagi sehingga menarik lebih banyak wisatawan. Perbaikan akan mencakup pembangunan pegangan tangan, pembatas pengaman, pencahayaan dan pusat pengunjung.
Seorang pendaki pada rute pekan lalu mengatakan, “Sayang mereka akan memperbaiki jalan setapak itu. Akan ada banyak perbaikan dan itu akan membuatnya kehilangan sensasinya lagi. Sekarang ini kita gratis pergi ke sana tapi saya yakin, mereka akan membuat kita harus membayar jika mau menggunakannya di masa depan.”

Related Post



Tidak ada komentar:

Posting Komentar