Selasa, 15 November 2011

Menurut Greenpeace, Boneka Barbie Merusak Hutan Indonesia


Barbie, boneka ini adalah ikon kecantikan dan  kesempurnaan tubuh wanita — kaki jenjang sempurna, pinggul langsing dan payudara padat . Sejak diperkenalkan pertama kali ke duinia pada tahun 1959, ia telah menuai berbagai kritik dan kontroversi. Barbie dinilai tak realistis.
Kini, kontroversi kembali mengemuka. Kali ini tak ada kaitannya dengan penampilannya yang kelewat sempurna. Pada Selasa 7 Juni 2011, para aktivis lingkungan Greenpeace mendemo kantor pusat Mattel — produsen Barbie di El Segundo di pinggiran Los Angeles.
Mengenakan kostum Ken — kekasih Barbie — para aktivis membentangkan spanduk merah muda dan pink. Tulisannya mewakili sikap Ken: “Aku tak akan mengencani gadis yang terlibat pengrusakan hutan.”
Tak hanya itu, seorang demonstran menyaru sebagai Barbie mengendarai buldoser berwarna pink membawa pernyataan sikap untuk Mattel.
Lho, apa hubungannya Barbie dengan kerusakan hutan?
“Buka bungkus kotak merah muda mengkilat, Anda akan menemukan rahasia kotor Barbie. Kotak bungkusnya dibuat dari kayu dari hutan tropis Indonesia yang makin terkoyak demi keuntungan kilat sejumlah oknum,” kata aktivis Greenpeace, Rolf Skar, seperti dimuatTelegraph, 8 Juni 2011.

Berdasarkan hasil tes, Greenpeace menemukan kotak pembungkus Barbie yang dijual di Inggris, Amerika Serikat, dan Jerman terkait dengan kerusakan itu.
“Harimau Sumatera di ambang kepunahan karena perusahaan-perusahaan seperti Mattel membeli kertas tanpa menanyakan dan memastikan asalnya,” tambah dia. Juga nasib Orangutan yang makin tak pasti.
Ditambahkan Skar, saat ini Greenpeace Los Angeles sedang memulai kampanye global agar perusahaan mainan berhenti berkontribusi atas kerusakan hutan tropis di Indonesia — salah satu yang paling cepat laju kerusakaannya. “Sangat mengejutkan bagaimana hutan dikorbankan demi bungkus mainan.”
Sementara, pihak Mattel mengatakan, mereka telah berkomunikasi dengan Greenpeacce terkait isu sumber kertas.
“Kami terkejut dan kecewa mereka menggunakan pendekatan  yang berkobar-kobar, mengingat kami telah membuka saluran komunikasi,” kata juru bicara Mattel, Jules Andres.

Related Post



Tidak ada komentar:

Posting Komentar