Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Mei 2013

Manfaat Air Minum Saat Bangun Tidur


Mengonsumsi air putih saat bangun tidur tak hanya dapat mempercantik kulit. Menurut ahli mengonsumsi air putih secara teratur ternyata bermanfaat untuk membersihkan tubuh dari racun. Mengkonsumsi air minum setelah tidur ternyata ada manfaat lainya, yuk kita cari tahu.


Setiap orang mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda dalam mengonsumsi air putih. Hal ini tergantung pada beberapa faktor, seperti: berat badan, jenis kelamin, cuaca, dan aktivitas yang dilakukannya sehari-hari. Apabila orang melakukan aktivitas lebih banyak pada saat cuaca sedang panas maka keperluan air putih lebih banyak dibanding saat musim dingin atau penghujan.
Berikut ini adalah manfaat minum air putih saat bangun tidur:
  1. Meningkatkan energi
Mengonsumsi air di pagi hari bisa meningkatkan metabolisme, membantu seseorang menjadi lebih waspada serta merasa lebih segar karena adanya peningkatan energi di dalam tubuh. Hal ini karena hampir semua bagian tubuh memerlukan air agar bisa bekerja secara optimal, jika tubuh dehidrasi akan timbul kelelahan dan lesu sehingga menjadi tidak efisien.
  1. Menghilangkan racun
Minum air di pagi hari akan membantu meringankan fungsi ginjal dalam hal menghilangkan berbagai racun dan produk buangan (limbah) dari dalam sistem tubuh. Hal ini karena saat malam hari tubuh tidak mendapatkan asupan cairan.
  1. Mengurangi berat badan
Mara Z. Vitolins, seorang ahli nutrisi dari Wake Forest University Baptist Medical Center menuturkan umumnya tubuh tidak bisa membedakan antara rasa lapar dan haus, karenanya konsumsi air minum bisa membantu membedakan hal tersebut. Selain itu jika seseorang minum air putih saat sedang lapar akan terlihat adanya penurunan nafsu makan sehingga membantu menurunkan berat badan, dan menghindari konsumsi minuman lain yang tinggi gula, kalori atau kafein. Untuk mengetahui apakah tubuh terhidrasi dengan baik atau asupan airnya cukup bisa dilihat dari warna urine, normalnya warna urine yang baik adalah jernih dan bukan kuning pekat.
Nah sudah tahu kan kalau air putih itu ternyata banyak manfaatnya bagi tubuh kita. Untuk itu mari biasakan diri kita untuk mengonsumsi air pada saat bangun tidur karena sehat itu berawal dari diri kita sendiri.

 

Jumat, 08 Juni 2012

Mencegah Osteoporosis




Faktor kekurangan kalsium dan fosfor memang menjadi titik sentral utama penyebab terjadinya kerapuhan tulang. Jika pada masa pertumbuhan tulang, tubuh kekurangan kalsium dan fosfor, maka puncak pembentukan massa tulang maksimal tidak akan tercapai. Kerapatan masa tulang akan jauh berkurang dan setelah usia tertentu (antara 30 - 40 tahun) tulang akan mengalami penurunan fungsi dengan sendirinya.
Angka kecukupan kalsium yang dianjurkan untuk orang dewasa normal adalah 800 mg/hari, sedangkan untuk fosfor adalah 600 mg/hari. Rata-rata konsumsi kalsium di Indonesia saat ini adalah 254 mg per orang per hari. Padahal rekomendasi internasional adalah 1.000 - 1.200 mg per hari. Masih rendahnya konsumsi kalsium tersebut menyebabkan 1 dari 3 wanita dan 1 dari 7 pria usia di atas 45 tahun, berisiko untuk menderita osteoporosis.

Tidak Disebabkan oleh Minuman Bersoda
Penggunaan asam fosfat pada minuman bersoda oleh beberapa kalangan dituding sebagai penyebab osteoporosis, karena hal tersebut diduga akan mengubah rasio kalsium dan fosfor di dalam tubuh. Jaringan tulang kita memiliki keseimbangan antara kalsium dan fosfor. Osteoporosis dapat dipicu oleh ketidakseimbangan rasio tersebut. Normalnya rasio kalsium dengan fosfor di dalam tubuh adalah 2 : 1. Kondisi seimbang ini membuat penyerapan kalsium berlangsung secara optimal. Penyerapan kalsium yang cukup sangat dibutuhkan dalam memelihara massa tulang, mencegah osteoporosis, menormalkan tekanan darah, dan mencegah hiperparatiroidisme.
Pendapat bahwa konsumsi minuman ringan sebagai penyebab utama tingginya asupan fosfor tidaklah benar, karena fosfor juga banyak terdapat pada bahan-bahan pangan lainnya. Konsumsi satu kaleng coca cola (240 ml) akan menyumbangkan 41 mg fosfor, sedangkan konsumsi jus jeruk dan susu dengan volume yang sama (240 ml), masing-masing menyumbangkan 27 mg dan 228 mg fosfor. Di Amerika Serikat yang angka konsumsi soft drink-nya tinggi, sumbangan fosfor dari soft drinks hanya mencapai 2 persen dari kebutuhan yang dianjurkan dalam sehari. Sedangkan 98 persen sisanya berasal dari konsumsi makanan berprotein tinggi (daging, ikan, keju, dan biji-bijian).
Tubuh kita sebenarnya memerlukan asam fosfat sebagai sumber mineral fosfor. Minuman karbonasi justru merupakan sumber fosfor yang baik. Yang perlu dilakukan adalah memperhatikan pola konsumsi bahan pangan agar keseimbangan kalsium dan fosfor tetap seimbang. Fosfor di dalam tubuh berfungsi untuk membantu proses metabolisme energi. Selain itu, fosfor juga membantu proses penyerapan dan transportasi zat-zat gizi di usus dan transportasi lemak di dalam darah.
Pakar dari NOF menyatakan bahwa sesungguhnya kelebihan kadar fosfat dari minuman ringan masih dapat diatasi oleh tubuh kita. Apabila fungsi ginjal dan sistem ekskresi (saluran urin) kita masih normal, maka kelebihan asam fosfat akan dikeluarkan dari tubuh. Pengeluaran asam fosfat berlebih ini membuat keseimbangan kalsium dan fosfor tetap terjaga. NOF juga menyarankan tidak perlu khawatir akan kafein, karena efeknya terhadap osteoporosis sangat kecil.
Kekhawatiran terhadap osteoporosis dapat dikurangi dengan suplemen kalsium. NOF menganjurkan untuk mengonsumsi kalsium minimal 1.200 mg/hari agar kebutuhan kalsium sehari-hari tercukupi. Fitzpatrick dan Heaney (2003) dalam publiksinya di Journal of Bone and Mineral Research menyatakan bahwa seseorang tetap dapat minum minuman ringan sambil menikmati tulang yang sehat, apabila orang tersebut mampu memenuhi kebutuhan kalsiumnya per hari. Jadi, mari nikmati minuman ringan dan tetap memiliki tulang yang sehat!

Upaya Pencegahan
Mengingat demikian besar dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh osteoporosis, maka perlu upaya-upaya untuk mencegahnya. Berikut ini disampaikan beberapa upaya ampuh untuk mencegah osteoporosis.

1. Konsumsi kalsium yang cukup
Untuk mencukupi kebutuhan kalsium, perlu diperhatikan produk pangan yang disantap. Salah satu sumber kalsium yang cukup baik adalah susu. Dua gelas susu sehari, sudah dapat memenuhi kebutuhan tubuh akan kalsium. Dari dua gelas susu (500 ml) akan diperoleh 1.250 mg kalsium. Perolehan kalsium tersebut sudah melebihi kebutuhan kalsium orang dewasa yaitu 800-1.000 mg/hari. Sumber kalsium lainnya adalah ikan (terutama yang dimakan beserta tulangnya), daging, unggas, telur, sayuran, buah-buahan dan kacang-kacangan.
2. Berhati-hatilah menggunakan obat
Beberapa jenis obat ternyata dapat mengganggu kinerja tulang. Salah satu contohnya adalah obat kortikosteroid yang dapat menekan kerja hormon pengatur pembentukan tulang. Contoh lain adalah antasida, obat pencahar, cholestiramine, obat diuretik, anti-gout dan beberapa jenis obat anti-rematik. Obat-obatan tersebut memiliki efek mengganggu penyerapan kalsium. Obat antasida yang umum dikenal sebagai obat anti sakit maag dapat menghambat penyerapan kalsium. Penghambatan dipicu oleh magnesium dan aluminium hidroksida yang mampu mengikat kalsium dan mengubahnya menjadi bentukan baru yang sulit diserap. Obat cholesteramine yang lazim digunakan untuk mengikat asam empedu agar terjadi penurunan kolesterol darah, juga dapat menurunkan kadar kalsium tubuh akibat pembuangan melalui urin.
3. Batasi penggunaan garam
Garam dapur (NaCl) terdiri dari unsur natrium (Na) dan klorida (Cl). Konsumsi natrium (sodium) yang berlebih, baik yang berasal dari garam dapur maupun monosodium glutamat (MSG) dapat berdampak buruk terhadap kesehatan. Selain memiliki efek hipertensi, natrium juga berpotensi untuk menghilangkan kalsium dari tubuh. Natrium akan mengeluarkan kalsium dari tubuh melalui urin. Cara menghindari kehilangan kalsium akibat natrium adalah dengan membatasi konsumsinya. Sebaiknya hindari makanan-makanan tinggi natrium dan makanan awetan yang menggunakan garam sebagai pengawet.
4. Cukupi konsumsi vitamin D
Vitamin D diketahui mampu memelihara kesehatan tulang dengan cara meningkatkan penyerapan kalsium dari sistem pencernaan, serta mengurangi pembuangannya dari ginjal. Kebutuhan vitamin D normal per hari adalah 400 IU. Dalam bentuk non-aktif, vitamin D banyak terdapat di bawah kulit. Vitamin D akan menjadi aktif dan berfungsi apabila terpapar sinar matahari pagi yang banyak mengandung ultraviolet. Terpapar sinar matahari sekitar 20 menit per hari, minimal 3 kali seminggu sudah cukup untuk membantu produksi vitamin D. Jadi, apabila kita cukup terpapar sinar matahari, maka tidak perlu takut kekurangan vitamin D.
5. Aktif berolah raga
Penurunan aktivitas fisik pada usia lanjut dapat menurunkan massa tulang. Oleh karena itu olah raga aktif secara rutin merupakan bentuk antisipasi terhadap penurunan massa tulang. Adapun bentuk olah raga yang sesuai bagi seseorang yang sudah lanjut usia adalah yang minim benturan seperti aerobik low impact, jalan kaki, bersepeda atau berenang. Aspek yang harus diperhatikan adalah intensitas, waktu, dan frekuensi olahraga. Kecukupan intensitas diukur dengan menghitung denyut nadi. Denyut nadi normal berkisar antara 70-80 denyut per menit. Waktu berolah raga disarankan 20-40 menit per latihan, sedangkan untuk frekuensi idealnya adalah 3-4 hari per minggu.
6. Bantu dengan obat
Dalam dunia kedokteran mulai banyak dikembangkan berbagai obat pencegah osteoporosis. Jenis obat tersebut di antaranya adalah estrogen, kalsitonin, biophosphonat, dan testosteron. Estrogen merupakan hormon yang menurun jumlahnya dalam tubuh apabila wanita mengalami menopause. Hal ini ditengarai sebagai penyebab osteoporosis utama pada wanita. Obat berisi hormon estrogen yang diberikan pada wanita pasca menopause diharapkan dapat mencegah osteoporosis.

Kalsitonin merupakan zat yang mengaktifkan kerja sel osteoblast (pembentuk tulang) dan menekan kinerja sel osteoclast (pengurai tulang), sehingga pembongkaran kalsium tulang dapat ditekan dan osteoporosis dapat terhindarkan. Demikian pula halnya dengan obat biophosphonat yang dapat menekan sel osteoclast.

Beda Kurang Darah dengan Darah Rendah


Anda merasa gampang lelah, letih, lesu, dan kurang semangat? Banyak hal yang bisa menyebabkan kondisi tersebut. Mulai dari kurang vitamin hingga kurang darah. Yang terakhir ini, masyarakat masih sering rancu dengan menyebutnya sebagai kondisi darah rendah. Padahal, darah rendah dan kurang darah adalah dua kondisi yang berbeda sama sekali.

Lantas, apa sebenarnya hal paling mendasar yang membedakan antara kurang darah dengan darah rendah? Berikut beberapa pemahaman yang perlu Anda ketahui.

  • Kurang darah berarti kadar hemoglobin dalam darah kurang dari normal. Darah rendah terjadi ketika tekanan darah yang diukur dengan pengukur tekanan darah berada di bawah normal.
  • Saat kurang darah, mata berkunang-kunang dan gampang pusing karena hemoglobin yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh kurang. Sedangkan orang yang mengalami darah rendah, hal yang sama terjadi karena ada gerakan berdiri dari posisi duduk atau jongkok mendadak sehingga aliran darah di otak turun tiba-tiba akibat gravitasi bumi.
  • Kurang darah berarti ada “zat” dalam darah yang berkurang, sedangkan darah rendah ada tekanan darah dalam pembuluh darah yang berkurang. Menilik kondisi tersebut, kurang darah bisa terjadi pada kondisi darah rendah, normal, dan juga tinggi.
  • Penyebab paling umum kondisi kurang darah adalah kekurangan zat besi. Sedangkan penyebab darah rendah biasanya dipengaruhi oleh volume darah, keadaan pembuluh darah, dan keadaan jantung.

Kemudian, agar tidak menjadi penyakit yang berbahaya bagi tubuh, berikut upaya pencegahan dan penanganan yang bisa Anda lakukan.

Kurang Darah:
  • Bisa diatasi dengan meminum suplemen penambah darah yang mengandung zat besi dan vitamin C.
  • Konsumsi makanan seperti tersebut daging dan sayuran hijau.
  • Konsumsi vitamin C untuk mengikat zat besi dalam makanan yang Anda konsumsi.
  • Jangan minum teh setelah makan daging. Sebab, menurut sejumlah penelitian, ada zat bernama tannin dalam teh yang justru bisa menghambat penyerapan zat besi.

Darah Rendah:
  • Banyak memakan masakan yang banyak mengandung garam. Tentu, dalam kadar yang tetap terukur.
  • Minum lebih banyak cairan.
  • Bagi yang suka olahraga, cairan yang mengandung natrium dan potasium sangat disarankan.
  • Bagi Anda yang menyukai kopi atau alkohol, segera kurangi atau hilangkan kebiasaan tersebut.